Kesehatan itu lebih penting,,,,,
Sabtu, 06 September 2014
PERJALAN CINTA YOGYA MANADO
Dimana saya mencinta sesorang yang tidak di restui
saya berfikir berdosahkah aku bila aku melanggar apa yang tidak di izinkan semua keluarga saya
Saya disekolahkan,di banggakan orang tua apa pun yang aku minta pasti langsung dikasih
tapi dimana aku membuat kesalahan yang begitu besar dari pandangan keluarga saya,, bagiku aku manusia biasa, aku wanita normal yang ingin dicinta dan mencinta...
Cinta yang membuat aku buta, membuat aku lupa ingatan,bahkan aku merasa paling terhina diantara wanita disekelilingku,...
waktu itu keluarga saya mulai menertawaiku bahkan mereka mengelurkan kata kata KAMU WANITA JALANG,,KAMU BAHKAN LEBIH HINA DARI PADA BINATANG..KAMU TELAH MELUDAHI MUKA KEDUA ORANG TUAKU,, KAMU SEKARANG MAU JADI APA???
KAMU SEKARANG DI IBARATKAN SEBAGAI JANDA BAHKAN KAMU DI FONIS DOKTER TIDAK BISA MEMILIKI ANAK KAMU WANITA JALANG KAMU JANGAN PERNAH KEMBALI KERUMAH KAMI,, DAN MULAI SEKARANG KAMU JANGAN KULIA
KAMI KECEWA MENGKULIAHKAN KAMU
sakit rasanya, iya memang itu salahku tapi mungkin mereka kecewa
aku sadar mereka yang membayar kuliah aku dia adalah Abang yang sangat aku cintai
aku sadar mereka yang membayar kuliah aku dia adalah Abang yang sangat aku cintai
aku memutuskan kelur dari rumah dan pergi bersama cinta yang membuat aku seperti ini
aku dan dia bertahan di yogyakarta berhari hari tidak ada uang sama sekali untuk beli makan
kita berdua memutuskan balik manado terserah jadi apa yang penting aku dan kmu bersama
|dari pejalanan yogya - surabaya kita kehabisan uang bahkan aku mengemis meminta uang 2000rb rupiah,,,,sampailah ke manado kita tidak ada uang sepersen pun di tangan
untungnya ada keluarga dia yang mnjemput kami di bandara
1 bualan kemudia kita menikah,,,dan 2 kemudia aku hamil
aku dan dia bertahan di yogyakarta berhari hari tidak ada uang sama sekali untuk beli makan
kita berdua memutuskan balik manado terserah jadi apa yang penting aku dan kmu bersama
|dari pejalanan yogya - surabaya kita kehabisan uang bahkan aku mengemis meminta uang 2000rb rupiah,,,,sampailah ke manado kita tidak ada uang sepersen pun di tangan
untungnya ada keluarga dia yang mnjemput kami di bandara
1 bualan kemudia kita menikah,,,dan 2 kemudia aku hamil
SEKIAN
Rabu, 08 Mei 2013
GIZI SEIMBANG PADA BALITA
MAKALAH GIZI DALAM KEBIDANAN
GIZI
SEIMBANG PADA BALITA, GIZI PADA REMAJA,
GIZI
PADA USIA REPRODUKSI
Makalah Ini di Susun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Gizi
Dalam Kebidanan
Disusun Oleh :
Kelompok : IV
Kelas : IID
1. Hildegardis
Muing (120159)
2. Nia
Fitriani (120161)
3. Siti
Rohmah Ujiana (120162)
4. Riana
Nedi Dayoma (120163)
5. Siti
Hadidja Pudi (120164)
6. Ayu
Bonita Avianti (120165)
7. Yuni
Wiwid Resti Roliyah (120166)
8. Saniaturrohmah (120167)
9. Sitti
Fatimah Yogyandari (120169)
AKADEMI
KEBIDANAN YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2013
LEMBAR
PERSETUJUAN
GIZI SEIMBANG PADA BALITA, GIZI
PADA REMAJA,
GIZI PADA USIA REPRODUKSI
Praktikum Mata Kuliah Ilmu Gizi
Dalam Kebidanan
Telah disetujui untuk diambil
penilaian didepan penguji
Pada Tanggal 25 April 2013
Disusun oleh:
Kelomok IV D Semester II
1.
Hildegardis Muing (120159)
2.
Nia Fitriani (120161)
3.
Siti Rohmah Ujiana (120162)
4.
Riana Nedi Dayoma (120163)
5.
Siti Hadidja Pudi (120164)
6.
Ayu Bonita Avianti (120165)
7.
Yuni Wiwid Resti Roliyah (120166)
8.
Saniaturrohmah (120167)
9.
Sitti Fatimah Yogyandari (120169)
Mengetahui,
Pembimbing
(Cahyaning Setyo Hutomo, SST.,
M.Kes)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan
kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga
penyusun bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Gizi
Seimbang Pada Balita, Gizi Pada Remaja, Gizi Pada Usia Reproduksi”.
Makalah ini
dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah praktikum gizi dalam kebidanan. Dengan
terselesaikannya makalah ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan kontribusi yang sangat membantu kami yang tidak
bisa diucapkan satu per satu.
Penyusun
menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penyusun
mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun makalah ini menjadi lebih
baik lagi. Penyusun berharap makalah yang telah dibuat ini bisa bermanfaat
serta menambah pengetahuan bagi pembaca.
Yogyakarta, 19 April 2013
Kelompok 4 kelas 2D
DAFTAR ISI
LEMBAR
PERSETUJUAN ...................................................................................i
KATA
PENGANTAR ..................................................................................ii
DAFTAR ISI
..........................................................................................................iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ..............................................................................................1
B. Tujuan ..........................................................................................................3
C. Manfaat ..........................................................................................................3
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Konsep
Dasar Ilmu Gizi ..................................................................................4
B. Gizi
Seimbang Bagi Balita ......................................................................5
C. Gizi
Seimbang Pada Usia Remaja ..........................................................8
D. Gizi
Seimbang Pada Usia Reproduksi ........................................................15
BAB
III PEMBAHASAN ................................................................................16
BAB
V PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................26
B. Saran ........................................................................................................26
LAMPIRAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Gizi atau nutrisi merupakan ilmu yang mempelajari perihal makanan
serta hubungannya dengan kesehatan. Konsumsi
gizi sangat mempengaruhi status gizi kesehatan seseorang yang merupakan modal
utama bagi kesehatan individu. Asupan gizi yang salah atau tidak sesuai akan
menimbulkan masalah kesehatan. Lima jenis zat gizi yang harus dipenuhi meliputi
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, ada kelmpok ahli gizi yang
menambahkan air dan oksigen sebagai zat gizi (Sulistiyoningsih, 2011).
Banyak aspek
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak lahir hingga proses
menua, akhir-akhir ini diakui bahwa faktor lingkungan tidak kalah pentingnya
dalam menentukan karakteristik manusia. Faktor gizi adalah salah satu faktor
lingkungan terpenting yang mempunyai dampak terhadap proses pertumbuhan dan
perkembangan dari tahap pembuahan, bayi,
remaja, dewasa, hingga tua. Perhatian terhadap faktor gizi ini dapat
menyebabkan perubahan besar dalam peningkatan mutu kehidupan secara menyeluruh.
Untuk ini kita perlu memahami ilmu gizi dan cara penerapannya ke dalam makanan
sehari-hari dalam seluruh tahap daur kehidupan (Sunita, 2011).
Masa balita adalah periode
perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak balita ibu telah
siap menghadapi berbagai stimulan seperti belajar berjalan dan berbicara dengan
lancar. Masa balita juga merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan
yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang tinggi setiap kilogram berta badannya. Anak balita ini
justru merupakan kelompok umur paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Anak-anak periode usia ini tetap mempunyai dorongan pertumbuhan yang
biasanya bertepatan dengan periode peningkatan nafsu makan. Ketika memasuki
periode pertumbuhan yang lambat, nafsu makan seorang anak juga akan berkurang.
Adanya variasi dalam hal nafsu makan dan asupan makanan pada balita harus
dipahami oleh para orang tua agar dapat memberikan respon yang baik terhadap
setiap kondisi yang terjadi pada anak (Hariyani, 2011).
Periode adolesensia ditandai
dengan pertumbuhan yang cepat, baik tinggi maupun berat badannya. Kebutuhan zat
gizi sangat berhubungan dengan besarnya tubuh, hingga kebutuhan gizi yang
tinggi terdapat pada periode pertumbuhan yang cepat. Growth spurt pada perempuan sudah dimulai pada umur antara 10 dan
12 tahun, sedangkan pada anak laki-laki
pada umur 12-14 tahun. Pertumbuhan yang cepat ini biasanya diiringi oleh
bertumbuhnya aktivitas fisik sehingga kebutuhannya naik pula. Nafsu makan anak
laki-laki sangat bertambah hingga tidak akan menemukan kesukaran untuk memenuhi
kebutuhannya. Anak perempuan biasanya lebih mementingkan penampilannya, ia tidak
menginginkan gemuk sehingga membatasi diri
dengan memilih makanan yang tidak banyak mengandung energy, tidak mau makan
pagi. Mereka harus diyakinkan bahwa masukan gizi yang kurang berakibat buruk
bagi pertumbuhan maupun kesehatannya (Erna, et all, 2005).
Gizi atau makanan tidak saja
diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik dan mental serta kesehatan,
tetapi diperlukan juga untuk fertilisasi atau kesuburan seseorang agar
mendapatkan keturunan yang selalu didambakan dalam kehidupan berkeluarga. Kehadiran
buah hati akan memberikan kebahagiaan dan keharmonisan dalam kehidupan
berkeluarga dan akan menjadi pelengkap dalam sebuah keluarga. Pada saat
pasangan suami istri memutuskan mempunyai anak, perlu mempersiapkan diri di
antaranya mengatur asupan nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan fungsi
reproduksi sehingga dapat menunjang fertilitas atau kesuburan (Neil, 2001).
Status gizi di Rt 07 desa Prancak
Glondong khususnya balita cukup bagus, karena gizi mereka sudah terpenuhi
dengan baik. Akan tetapi ada satu anak yang mengalami kurang gizi. Tokoh
masyarakat setempat memberikan upaya pertolongan dengan memberikan vitamin pada
saat posyandu dan puskesmas memberi bantuan makanan setiap 3 bulan sekali.
Untuk gizi masyarakat yang lain sudah cukup bagus, karena mereka aktif dalam
kegiatan posyandu dan kesadaran pengetahuan mereka tentang pentingnya kesehatan
cukup bagus.
B.
Tujuan
1. Tujuan Umum
Keluarga mampu mengerti kebutuhan
gizi pada balita, remaja dan usia reproduksi.
2. Tujuan Khusus
a.
Keluarga dapat mengerti kebutuhan gizi
seimbang pada usia balita.
b.
Keluarga dapat memahami penyusunan menu
yang baik.
c.
Keluarga dapat mengetahui manfaat gizi
seimbang bagi balita, remaja dan usia reproduksi.
C.
Manfaat
1.
Bagi
mahasiswa
Agar mahasiswa dapat menerapkan
konsep gizi seimbang dalam dunia kebidanan.
2.
Bagi
masyarakat
Agar keluarga dapat menerapkan manfaat gizi seimbang dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A.
Konsep
Dasar Ilmu Gizi
Definisi ilmu
gizi pada awalnya adalah ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak mulai
ditelan sampai di ubah menjadi bagian tubuh dan energi atau di eksresikan
sebagai sisa. Pengertian ini kemudian berkembang seiring dengan tujuan akhir
ilmu gizi yaitu untuk mencapai, memperbaiki, dan mempertahankan kesehatan tubuh
melalui konsumsi makanan (Sulistiyoningsih, 2011).
Menurut
Sulistiningsih (2011), definisi ilmu gizi yang digunakan sekarang adalah ilmu
yang mempelajari segala sesuatu yang mempelajari tentang makanan dikaitkan
dengan kesehatan tubuh. Definisi ini memungkinkan kajian dan ruang lingkup ilmu
gizi menjadi lebih luas, tidak terbatas pada makanan yang dikonsumsi. Istilah
lain yang berkaitan dengan gizi dan penting dipahami diantaranya:
1. Zat
gizi
Adalah ikatan kimia yang diperlukan
tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan
memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
2.
Gizi
Adalah suatu proses organisme
menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti,
absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang
tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal
dari organ-organ, serta menghasilakan energi.
3. Pangan
Adalah istilah umum untuk semua
bahan yang dapat dijadikan makanan, baik dalam kondisi mentah atau matang,
hasil olahan ataupun bahan mentah.
4. Makanan
Adalah bahan selain obat yang
mengandung zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat di ubah
menjadi zat gizi oleh tubuh, dan berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.
5. Bahan
makanan
Adalah makanan dalam keadaan mentah
(belum mengalami proses pengolahan).
6.
Status gizi
Adalah keadaan tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi.
B.
Gizi
Seimbang Bagi Balita
Menurut Sulistiyningsih (2011),
pemenuhan kebutuhan gizi pada balita meliputi:
1. Kebutuhan
gizi balita
Kebutuhan
masing-masing zat gizi untuk kelompok balita dapat kita lihat pada angka kecukupan
gizi yang dianjurkan. Selain zat gizi esensial, kebutuhan cairan juga harus
diperhatikan karena penting bagi anak untuk mencegah dehidrasi selama bergerak
dan berolahraga, karena anak-anak beresiko stres akibat dehidrasi dan panas.
Anak-anak berkeringat dan semakin kepanasan saat bergerak. Beberapa jenis
olahraga seperti sepak bola dan hoki yang membuat tubuh lemas. Mekanisme haus
mungkin tidak bekerja selama balita beraktifitas dan tidak menyadari bahwa
mereka membutuhkan air. Sebaiknya tidak memberikan softdrink dan jus buah yang
tidak di encerkan kepada anak-anak karena pemberian karbohidrat tinggi dapat
menyebabkan kram perut, mual, dan diare.
Perilaku
dan kebiasaan makan balita sangat dipengaruhi oleh orangtua dan orang tua
terdekatnya. Perilaku makan yang tidak sehat akan menyebabkan pemenuhan
kebutuhan gizi yang tidak sesuai sehingga akan menimbulkan pemenuhan gizi yang
tidak sesuai sehingga akan menimbulkan permasalahan permasalahan gizi dan
kesehatan pada balita dan anak.
2. Faktor-faktor
yang mempengaruhi gizi balita
a. Pengaruh ibu
Kurangnya
pengetahuan ibu dan keterampilan yang mempengaruhi gizi di bidang memasak,
konsumsi anak, keragaman bahan makanan.
b. Prasangka
buruk
Anggapan
terhadap jenis makanan tertentu yang bisa mempengaruhi gizi, misalnya anggapan
terhadap anak kecil yang suka makan ikan bisa menyebabkan cacingan.
c. Pantangan
Pantangan
terhadap makanan tertentu yang telah menjadi kebiasaan yang mempengaruhi gizi,
misal pantangan terhadap anak yang suka makan daging yang biasanya yang terjadi
di daerah pedesaan.
d. Kesukaan
yang berlebihan
Kesukaan
yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu yang mengakibatkan tubuh
tidak memperoleh semua zat gizi yang diperlukan. Misal kesukaan yang berlebihan
terhadap coklat.
e. Jarak
kelahiran yang terlalu cepat
Jarak antara
dua kelahiran yang terlalu rapat yaitu kurang dari 1 tahun.
f. Sosial
ekonomi
Tingkat penghasilan keluarga yang mempengaruhi status
gizi kurang pada balita yang dihubungkan dengan jumlah anggota keluarga.
g. Penyakit
pada anak
Penyakit
yang diderita pada anak yang menyebabkan terganggunya status gizi balita.
3. Prinsip gizi
seimbang balita
Masa balita
adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak
balita ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli seperti belajar berjalan dan
berbicara lebih lancar. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia
balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini,
bersifat irreversible (tidak dapat
pulih). Ada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang
mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan
seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada
usia dewasa sampai lanjut.
4.
Pengelolaan bahan makanan untuk balita
Pemberian makanan balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang
telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan
dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga. Pemberntukan
pola makanan perlu diterapkan sesuai pola makanan keluarga. Peranan orang tua
sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam
hal ini harus mengetahui, mau dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau
sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orang tua dan
orang-orang disekelilingnya dalam keluarga.
Makanan
selingan tidak kalah pentingnya dengan apa yang diberikan pada jam diantara
makanan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup
menerima porsi makan karena anak susah makan. Namun pemberian yang berlebihan
pada makanan selingan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.
Jenis
makanan selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber
karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, seperti arem-arem nasi isi daging
sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, pizza dan
lain-lain.
Fungsi
makanan selingan adalah :
a.
Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat
dalam bahan makanan selingan.
b.
Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam
makanan utamanya (pagi, siang, dan malam).
c.
Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktifitas
anak pada usia balita.
5.
Menu seimbang balita
a.
Karbohidrat
Seperti nasi, roti, sereal, kentang atau mie.
b.
Buah dan Sayur
Seperti pisang, pepaya, jeruk, tomat, dan wortel.
Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi yang berbeda.
c.
Susu dan Produk Olahan Susu
Susu pertumbuhan, produk olahan susu seperti susu dan
yoghurt. Pastikan balita ibu mendapatkan asupan kalsium yang cukup dan konsumsi
susunya.
d.
Protein
Seperti ikan, susu, daging, telur, dan kacang-kacangan.
Seperti ikan, susu, daging, telur, dan kacang-kacangan.
e.
Lemak dan Gula
Seperti yang terdapat dalam minyak, santan, dan
mentega, roti, dan kue juga mengandung Omega 3 dan 6 yang penting untuk
perkembangan otak.
C. Gizi Seimbang Pada Usia Remaja
Menurut Sulistiyoningsih (2011), pemenuhan gizi
seimbang pada usia remaja meliputi:
1.
Kebutuhan zat gizi untuk remaja
Terpenuhnya
kebutuhan zat gizi adalah hal yang mutlak diperlukan untuk mencapai tingkat
kesehatan yang optimal. Beberapa alasan yang mendasari masa remaja membutuhkan
banyak zat gizi adalah:
a.
Secara fisik terjadi pertumbuhan yang sangat cepat
ditandai dengan peningkatan berat badan dan tinggi badan.
b.
Mulai berfungsi dan berkembangnya organ-organ
reproduksi. Jika kebutuhan gizi tidak diperhatikan maka akan merugikan
perkembangan selanjutnya. Terutama pada perempuan karena akan menyebabkan
menstruasi tidak lancar, gangguan kesuburan, rongga panggul tidak berkembang
sehingga sulit ketika melahirkan, kesulitan pada saat hamil, serta produksi asi
tidak bagus. Perempuan yang fisiknya tidak pernah tumbuh sempurna karena kurang
zat gizi juga beresiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
c.
Remaja umumnya melakukan aktivitas fisik lebih tinggi
di banding usia lainnya sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak.
Penentuan kebutuhan zat gizi remaja secara umum didasarkan pada angka kecukupan
gizi yang diajurkan untuk di Indonesia. Berikut ini beberapa kebutuhan zat gizi
remaja :
a.
Energi
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan
kebutuhan energi adalah aktivitas fisik seperti olahraga. Remaja yang banyak
melakukan olahraga memerlukan asupan energi yang lebih banyak dibandingka yang
kurang efektif.
b.
Protein
Sumber protein sangat diperlukan
untuk pertumbuhan, perkembangan badan, pembentukan jaringan-jaringan baru dan
pemeliharaan tubuh. Protein juga berguna untuk menjernihkan pikiran dan
meningkatkan konsentrasi kecerdasan. Kebutuhan protein pria pada akhir masa
remaja lebih tinggi dibanding perempuan karena perbedaan komposisi tubuh.
c.
Lemak
Lemak berguna sebagai cadangan energi, pelarut vitamin
A, D, E dan K, pelumas persendian, pertumbuhan dan pencegahan peradangan kulit
dan pemberi cita raqsa pada makanan.
d.
Vitamin
Kebutuhan vitamin pada masa remaja meningkat karena
pertumbuhan dan perkembangan cepat terjadi. Karena kebutuhan energi meningkat
maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat.
e.
Mineral
Mineral sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan
perkembangan selama masa pertumbuhan remaja. Berikut ini mineral yang
dibutuhkan oleh remaja:
1)
Kalsium
Kebutuhan kalsium pada remaja relatif tinggi karena
akselerasi muskular skeletal dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan
masa anak dan dewasa.
2)
Besi (fe)
Kebutuhan zat besi pada remaja juga menigkat karena
terjadinya pertumbuhan cepat. Kebutuhan besi pada remaja pria untuk ekspansi
volume darah dan peningkatan konsentrasi hemoglobin.
3)
Seng (Zn)
Seng
diperlukan untuk pertumbuhan serta kematangan seksual remaja terutama untuk
remaja pria. Pertumbuhan fisik dan kematangan seksual pada remaja yang
kekurangan seng akan terhambat.
2.
Fakto-faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja
Faktor yang
mempengaruhi gizi pada remaja adalah seagai berikut:
a. Kemampuan
keluarga untuk membeli makanan atau pengetahuan tentang zat gizi
b. Bawaan
sejak lahir atau genetik
c. Penyalahgunaan
obat-obatan, kecanduan alkohol, dan rokok, hubungan seksual terlalu dini
d. Konsumsi
makanan seperti tablet Fe atau makanan mengandung zat besi (defisiensi Fe)
e. Ketidakseimbangan
asupan dan keluaran
f. Kempuan
daya beli keluarga
g. Pengetahuan
tentang gizi
h. Anggapan
yang salah, kepala keluarga lebih diutamakan dibandingkan anak dalam pemberian
makanan
i.
Pekerjaan
Data
terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan
bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasi, dari
kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).
Konsumsi
makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30% dan tinggi
kalsium sekitar 800-1200 mg/hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg.
Selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan
makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam
kotak.
3.
Prinsip-prinsip gizi seimbang pada remaja
Remaja
merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada usia
remaja banyak perubahan yang terjadi. Selain perubahan fisik karena mulai
matangnya sistem hormonal dalam tubuh mereka, sehingga mempengaruhi komposisi
tubuh. Perubahan-perubahan itu berlangsung sangat cepat baik pertumbuhan tinggi
maupun berat tubuhnya. Hal ini sering disebut masa pubertas dan keadaan
ini sangat mempengaruhi kebutuhan gizi dari makanan mereka.
Selain itu,
pada usia remaja cenderung memiliki banyak aktivitas yang berpengaruh pada
jumlah energi yang dibutuhkan tubuh. Remaja sering merasa lapar dan seringkali
juga tidak memikirkan jenis makanan yang mereka makan asalkan mengenyangkan.
Pada usia
remaja tumbuh kembang tubuh berlangsung lambat bahkan akan terhenti menjelang
usia 18 tahun, hal itu tidak berarti faktor gizi pada usia ini tidak memerlukan
perhatian lagi. Sifat energik pada usia remaja menyebabkan aktivitas fisik
tubuh meningkat sehingga kebutuhan energi juga akan meningkat.
Selain itu
keterlambatan tumbuh kembang tubuh pada usia sebelumnya akan dikejar pada usia
ini. Itu berarti pemenuhan kecukupan gizi sangat penting agar tumbuh kembang
tubuh berlangsung dengan sempurna. Rentang usia pertumbuhan remaja biasanya
yaitu :
a.
Anak laki-laki : usia 10 – 13 tahun
b.
Anak perempuan : usia 9 – 15 tahun
Rentang usia
diatas tidak selalu sama pada masing-masing individu. Ada yang berlangsung
cepat dan ada yang berlangsung lambat bergantung pada kecepatan aktivitas
hormonal mereka. Semakin cepat pertumbuhannya dapat mempengaruhi aktivitas
fisik mereka sehingga juga berpengaruh pada asupan gizi yang mereka butuhkan.
Status gizi
remaja harus dinilai secara perorangan, baik sacara klinis, antropometri,
maupun secara psikososial. Ilmuwan Wait dkk menyatakan bahwa kebutuhan kalori
pada remaja dapat diukur melalui tinggi badannya yaitu usia 11-18 tahun 13-23
kkal/cm untuk remaja putra, sedangkan remaja putri 10-19 kkal/cm.
a.
Menstruasi
Pada remaja wanita, masa pubertas seringkali ditandai
dengan menarche atau menstruasi untuk yang pertama kali. Ini menandakan bahwa
aktivitas hormonal dan organ-organ reproduksi di dalam tubuhnya sudah matang.
Rentang usia remaja wanita menarche yaitu pada usia 10-14 tahun, untuk cepat
atau lambatnya tindak semua remaja sama.
b.
Mimpi Basah
Pada remaja pria, masa puberta seringkali ditandai
dengan mimpi basah/keluarnya sperma untuk yang pertama kali. Hal ini menandai
bahwa aktivitas hormonal dan sistem reproduksi sudah matang. Rentang usia
remaja pria mengalami mimpi basah yaitu usia 11-13 tahun, untuk cepat ataupun
lambat tidak semua remaja pria sama.
4.
Pengelolaan bahan makanan untuk remaja
Menu dapat
terdiri dari satu macam hidangan yang lengkap atau tidak lengkap, juga dapat
berupa hidangan untuk makan atau sarapan pagi untuk makan siang atau makan
malam saja ataupun hidangan makan untuk satu hari penuh. Berikut
langkah-langkah menyusun menu:
a.
Buat suatu pola dan susunan menu untuk suatu jangka
waktu yang diinginkan misal 3 hari.
b.
Mula-mula cantumkan makanan pokok dalam daftar menu
tersebut dan buat variasi untuk penganekaragaman.
c.
Cantumkan lauk pauk, dipilih dari protein yang berasal
dari hewani dan dari tumbuh-tumbuhan.
d.
Cantumkan sayuran, usahakan setiap hari menggunakan
sayuran yang berwarna hijau.
e.
Kemudian cantumkan buah, pengguaan sayuran dan buah
yang sedang musim akan sangat menbantu masalah biaya.
f.
Terakhir cantumkan makanan selingan, usahakan
menggunakan beranekaragam bahan makanan misalnya pecel, bubur kacang hijau dan
kolak ubi.
Angka
kecukupan gizi untuk remaja laki-laki dengan kelompok umur 16-18 tahun
membutuhkan energi sebanyak 2600 Kkal dan protein sebanyak 65 gram. Sedangkan
untuk wanita usia 16-18 tahun membutuhkan energi sebanyak 2200 Kkal dan protein
sebanyak 50 gram. Anjuran makanan dalam satu hari untuk laki-laki usia remaja
yaitu 4 porsi x 200 gram nasi, 1 porsi x 50 gram lauk hewani dan 3 porsi x 25
gram lauk nabati, 1,5 porsi x 100 gram sayur, 2 porsi x 100 gram buah.
Sedangkan untuk wanita remaja membutuhkan 4 porsi x 200 gram nasi, 1 porsi x 50
gram lauk hewani dan 3 porsi x 25 gram lauk nabati, 1,5 porsi x 100 gram sayur
dan 2 porsi x 100 gram buah.
5.
Menu seimbang remaja
a.
Contoh menu untuk remaja lelaki
(2,700 kilokalori)
1)
Sarapan:
1 ½ mangkuk nasi
½ telur rebus
2 ½ sendok besar sambal ikan teri
4 iris timun
1 gelas susu rendah lemak + 1 sendok kecil gula
2)
Makan siang:
1 mangkuk (sederhana) sup mie / bihun dengan
udang, daging ayam, sawi dan tauge
1 biji sederhana buah belimbing
Air putih
3)
Makan malam:
1 ½ mangkuk nasi
1 ekor ikan kembung masak kunyit
½ mangkuk tumis kangkung
1 iris belimbing besi
Air putih
b.
Contoh menu untuk remaja perempuan (2,100 kilokalori)
1)
Sarapan:
1 mangkuk nasi
½ biji telur rebus
2 ½ sendok besar sambal ikan teri
4 iris timun
½ biji telur rebus
2 ½ sendok besar sambal ikan teri
4 iris timun
1 gelas susu (rendah lemak) + 1 sendok kecil gula
2)
Makan siang:
1 mangkuk (sederhana) mie bihun dengan udang,
ayam, sawi ,tauge
1 gelas air putih
1 gelas air putih
3)
Makan malam:
1 ½ mangkuk nasi
1 ekor ikan kembung masak kunyit
½ mangkuk tumis kangkung
1 iris belimbing
Air putih
1 ekor ikan kembung masak kunyit
½ mangkuk tumis kangkung
1 iris belimbing
Air putih
Untuk menambah asupan energi bagi remaja, diperlukan juga makanan tambahan
seperti camilan. Berikut ini adalah contoh menu camilan:
1)
Menu I:
2 biji pastel isi daging
1 gelas susu (rendah lemak) + 1 ½ sendok
kecil gula
1 iris buah pepaya
2)
Menu II:
2 potong (kecil) kuih lapis
1 gelas susu (rendah lemak) + 1 sendok kecil gula
D.
Gizi
Seimbang Pada Usia Reproduksi
1. Kebutuhan
gizi pada usia reproduksi
Kebutuhan
energi dan nutrisi remaja dipengaruhi oleh usia reproduksi, timgkat aktivitas
dan status nutrisi. Nutrisi yang dibutuhkan sedikit lebih tinggi untuk memenuhi
kebutuhan pertumbuhan remaja tersebut. Remaja yang berasal dari sosial ekonomi
rendah, sumber makanan yang adekuat tidakterpenuhi, dan mempunyai risiko
defiensi zat besi sebelum hamil. Pemberian tambahan energi diberikan kepada
remaja dengan berat badan rendah. Penambahan energi kepada remaja didapatkan
biasanya dengan meningkatkan nafsu makan akan tetapi seseorang remaja sering
terlalu memperhatikan penambahan berat badannya. Seorang remaja dapat mengalami
peningkatan resiko difisiensi zat besi, karena kebutuhan yang meningkat
sebuhungan dengan pertumbuhan (Erna, et all, 2005).
Remaja
yang anemia dan kurang berat badan lebih banyak melahirkan bayi BBLR
dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi aman untuk hamil. Penambahan
berat badan yang tidak adekuat lebih sering terjadi pada orang yang ingin kurus
, ingin menyembunyikan kehamilannya, tidak mencukupi sumber makanannya, dan
menggunakan obat- obat terlarang (Erna, et all, 2005).
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi
pada usia reproduksi
a. Faktor
Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi
status gizi antara lain:
1) Pendapatan
Masalah gizi karena kemiskinan
indikatornya adalah taraf ekonomi keluarga, yang hubungannya dengan daya beli
yang dimiliki keluarga tersebut (Santoso, 1999).
2) Pendidikan
Pendidikan gizi merupakan suatu
proses merubah pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua atau masyarakat untuk
mewujudkan dengan status gizi yang baik (Suliha, 2001).
3) Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu yang harus
dilakukan terutama untuk menunjang kehidupan keluarganya. Bekerja umumnya
merupakan kegiatan yang menyita waktu. Bekerja bagi ibu-ibu akan
mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga (Markum, 1991).
4) Budaya
Budaya adalah suatu ciri khas, akan
mempengaruhi tingkah laku dan kebiasaan (Soetjiningsih, 1998).
b. Faktor
Internal
Faktor internal yang mempengaruhi
status gizi antara lain:
1) Usia
Usia akan mempengaruhi kemampuan
atau pengalaman yang dimiliki orang tua dalam pemberian nutrisi anak balita
(Nursalam, 2001).
2) Kondisi
Fisik
Mereka yang sakit, yang sedang
dalam penyembuhan dan yang lanjut usia, semuanya memerlukan pangan khusus
karena status kesehatan mereka yang buruk. Bayi dan anak-anak yang kesehatannya
buruk, adalah sangat rawan, karena pada periode hidup ini kebutuhan zat gizi
digunakan untuk pertumbuhan cepat (Suhardjo, 1986).
3) Infeksi
Infeksi dan demam dapat menyebabkan
menurunnya nafsu makan atau menimbulkan kesulitan menelan dan mencerna makanan
(Suhardjo, 1986).
3.
Prinsip-prinsip gizi seimbang pada usia
reproduksi
a. Untuk pertumbuhan
dan perkembangan fisik dan mental serta kesehatan.
b. Untuk
fertilitas atau kesuburan.
c. Mempersiapkan
diri di antaranya mengatur asupan nutrisi yang adekuat untuk meningktkan fungsi
reproduksi sehingga dapat menunjang fertilitas atau kesuburan (Neil,2001 )
dengan cara:
1) Menghindari
diet makanan pengendali berat badan.
2) Memilih
makanan sehat dan seimbang
3) Memilih
makanan segar
4) Mengolah
makanan dengan baik
5) Makanan
bervariasi
6) Menghindari
makanan yang mengandung pengawet
4.
Pengelolaan bahan makanan untuk usia
reproduksi
Susunan
menu sehari terdiri dari menu makan pagi, makan siang dan makan malam dalam
bentuk makanan lengkap (nasi, lauk pauk, sayur dan buah). Angka kecukupan gizi
wanita usia reproduksi membutukan energi sebanyak 1900 Kkal dan 50 gram
protein. Sedangkan untuk anjuran makanan satu hari untuk wanita usia reproduksi
membutuhkan 3,5 porsi x 200 gram nasi, 1,5 porsi x 50 gram lauk hewani dan 5
porsi x 25 gram lauk nabati, 1,5 porsi x 100 gram sayur dan 2 porsi x 100 gram
buah.
5.
Menu seimbang untuk usia reproduksi
|
a.
Menu I
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Makan Pagi
|
:
|
Nasi goreng, telur dadar iris, lalap ketimun, tomat
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Selingan Siang (10.00)
|
:
|
Bubur kacang ijo
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Makan Siang
|
:
|
Nasi, pepes ikan, tempe goreng, ayur asem, pepaya
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Selingan Sore (16.00)
|
:
|
Teh manis, kroket
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Makan Malam
|
:
|
Nasi, udang goreng, tempe bacem, sayur bening,
pisang
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
b.
Menu II
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Makan pagi
|
:
|
Nasi, opor telor ayam, tempe goreng
BAB
III
PEMBAHASAN
Dari penyuluhan yang
kami lakukan pada hari kamis tanggal 25 April 2013 di Desa Prancak Glondong RT
07 pada keluarga Ny.S. Kami melakukan penyuluhan dengan tema gizi seimbang pada
balita, pada remaja, dan pada usia reproduksi. Ketika penyuluhan berlangsung
kami mengutarakan beberapa materi mengenai gizi dan dilanjutkan sesi tanya jawab.
Ketika penyuluhan gizi
remaja oleh saudari N, dia mengatakan bahwa gizi itu memang penting, dia selalu
mengkonsumsi makanan sehat seperti susu, roti dan buah. Akan tetapi tidak
jarang ia mengkonsumsi fast food seperti mie instan, dalam 1 minggu ia lebih
dari 2 kali dalam mengkonsumsi mie instan karena dia sangat senang dengan mie.
Padahal mie instan atau fast food sangat buruk bagi kesehatan sesuai dengan
kebiasaan makan makanan siap saji (fast food) yang komposisi gizinya tidak
seimbang yaitu terlalu tinggi kandungan energinya, seperti pasta, fried chicken, dan biasanya juga
disertai dengan mengkonsumsi minuman bersoda yang berlebihan (Sulistyoningsih,
2011).
Selain itu, minuman ini
juga banyak mengandung gula sederhana yang sama berbahayanya dengan gula dalam
menyebabkan penurunan kepadatan tulang. Masa remaja, merupakan puncak
pembentukan tulang (sekitar 40-60%), ada baiknya memilih diet dari whole foods
dan minuman yang bebas dari risiko penurunan masa tulang (Putri, 2009).
Tidak hanya itu saja
saudari N juga mengerti akan pentingnya sarapan pagi. Saudari N selalu sarapan
pagi dan membawa bekal dari rumah ketika ke sekolah supaya makanan yang dia
konsumsi sehat dan hemat tuturnya. Akan tetapi saudari N sangat gemuk padahal
makan malam itu terutama pada gadis remaja sering terjebak dengan pola makan
tidak sehat, menginginkan penurunan berat badan secara drastis, bahkan sampai
gangguan pola makan. Hal ini dikarenakan remaja memiliki body image (citra diri) yang mengacu pada idola mereka yang
biasanya adalah para artis, pragawati, selebriti yang cenderung memiliki tubuh
kurus, tinggi, dan semampai (Sulistyoingsih, 2011).
Saudari N juga
mengetahui kebutuhan gizi pada remaja meliputi karbohidrat, protein, mineral,
vitamin dan lemak. Semua makanan bagus untuk tubuh seperti sayur, susu, telur.
Namun dia tidak menyukai kacang karena dia beranggapan bahwa kacang bisa
menimbulkan jerawat. Padahal kacang mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh dalam
mencegah beberapa penyakit. Mengkonsumsi satu ons kacang tanah lima kali
seminggu dilaporkan dapat mencegah penyakit jantung. Kacang tanah bekerja
meningkatkan kemampuan pompa jantung dan menurunkan resiko penyakit jantung
koroner. Memakan segenggam kacang tanah setiap hari terutama pesakit
kencing manis dapat membantu kekurangan zat (Aditya, et all, 2013).
Ketika melakukan penyuluhan gizi pada usia reproduksi oleh
Ny. S, ia mengatakan bahwa gizi itu memang dibutuhkan
meskipun Ny.S jarang masak, kecuali pada saat libur. Tapi menu makanannya
beranekaragaman sehingga akan muncul ketidakseimbangan antara masukan dan
kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif. Dengan
mengkonsumsi makanan sehari-hari yang beranekaragam kekurangan zat gizi pada
jenis makanan yang satu akan dilengkapi oleh keunggulan susunan zat gizi jenis
makanan lain, sehingga diperoleh masukan zat gizi seimbang. Jadi untuk mencapai
masukan zat gizi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi hanya oleh satu jenis
makanan, melainkan harus terdiri dari beraneka ragam makan makanan (Heryati, et
all, 2005).
Tidak hanya itu saja
Ny.S pun mengerti gizi yang dibutuhkan setiap hari walaupun sederhana menu
makanannya seperti sayuran, susu dan daging. Makan banyak makanan tinggi serat yaitu buah-buahan, sayuran,
kacang-kacangan, dan gandum. Kebutuhan 20-30 gram serat makanan yang di
butuhkan setiap hari, akan memperlambat penyerapan karbohidrat. Buah-buahan dan
sayuran berwarna hijau, orange, kuning, seperti brokoli, wortel, melon, dan
buah jeruk antioksidan dan nutrisi lainnya yang terkandung dapat membantu
melindungi terhadap pengembangan beberapa jenis kanker dan penyakit lainnya.
Sedangkan kolesterol hanya ditemukan di produk hewani, seperti daging, unggas,
produk susu, dan kuning telur (Oktaviani, 2012).
Ny. S
juga mengetahui dalam memasak makanan dibutuhkan waktu yang sedang agar makanan
tidak keras juga tidak kematangan dan vitaminnya tidak hilang padahal dalam
pengolahan makanan perlu diperhatikan antara lain: beberapa vitamin mudah larut
dalam air pencuci sehingga terbuang dan beberapa bagian lagi dapat rusak oleh
pemanasan dan sinar matahari. Penanganan bahan makanan sebelum dimasak yaitu
membuang bagian yang tidak dapat dimakan seperti bonggol jagung, kulit,
biji-biji tertentu, setelah itu dicuci selanjutnya dipotong-potong (Heryati, et
all, 2005).
Jika
memasak sayur terlalu lama dapat menyebabkan rusaknya nutrisi pada sayur, yaitu
masak sayur dalam air mendidih dan angkat saat sayur mulai lembek secepat
mungkin untuk menghindari terbuangnya larutan vitamin dan rusak nutrisi sayur
(Ardan, 2013). Ny.S juga mengatakan bahwa pagi ia cuma memasak tempe, telur
tidak ada sayur bila anak dan suami tidak ada di rumah sedangkan untuk makan
siang hanya membeli lauknya sesuka anak-anaknya saja.
Ketika
melakukan penyuluhan gizi pada balita ibunya mengerti bahwa gizi bagi anak
balita itu penting, gizi pada setiap balita merupakan suatu keharusan karena
hal ini sangat berpengaruh pada masa depan si buah hati, terutama pada 5 tahun
pertama karena apa yang terjadi selama 5 tahun pertama tersebut sangat
menentukan tahun demi tahun pertumbuhan dan perkembangannya (Informasi
Kesehatan Ibu dan Balita, 2013).
Tidak
hanya itu saja ibunya juga mengerti akan pola makanannya seimbang dan tidak
memilih-milih makanan seperti sayur dan daging. Ibunya juga mengatakan bahwa
setiap saat memberikan susu sebagai asupan gizi anaknya, namun merek susu yang
diberikan ganti-ganti, sering mengganti susu balita juga dapat berisiko timbulnya
gangguan pencernaan pada si kecil dan akan membuatnya rewel. Sistem pencernaan
balita belum seluruhnya sempurna sehingga sangat sensitif terhadap segala
perubahan, termasuk jenis susu formula. Pada sejumlah kasus mengganti susu lama
dengan susu baru yang tinggi kalsium menyebabkan balita sulit buang air besar
begitu juga sebaliknya, jika si ibu mengganti susu balita dengan susu yang
rendah kalsium justru dapat menimbulkan risiko balita kekurangan kalsium dan
rentan mengalami anemia (Hariyono, 2011).
Ibunya
juga mengatakan bahwa anaknya jarang mengkonsumsi jajanan seperti snack,
cokelat selagi kakaknya tidak jajan. Si balita pernah jajan snack kemudian
diare, hal ini dikarenakan bumbu yang terdapat pada snack tersebut umumnya
mengandung zat yang berbahaya MSG yang bisa mengakibatkan radang tenggorokan,
gangguan otak, gangguan ginjal, mual dan sebagainya (Nizami, 2008).
Ibu
juga mengatakan bahwa anaknya suka sekali dengan soup terutama wortelnya. Wortel
termasuk makanan favorit anak karena memiliki rasa enak, manis dan tekstur yang
sangat renyah. Sayuran ini dapat diolah dalam beranekaragam masakan dan dapat
juga dijadikan cemilan atau lalapan dalam keadaan mentah. Untuk perkembangan anak wortel memiliki kandungan
nutrisi yang berbagai macam seperti gula, karoten, pectin, apspagin, vitamin A,
B, C, D, E, K, serat, lemak, hidrat, arang, kalsium, fosfor, besi, sodium, asam
amino, minyak esensial dan beta-karoten. Selain dapat memenuhi kebutuhan
vitamin dan kalsium, masih banyak manfaat yang dapat diperoleh dari wortel
diantaranya adalah mengatasi demam pada anak, sembelit, batuk, bahkan sebagai
zat anti kanker dan antioksida yang dapat meningkatkan imunitas (Anita, 2010).
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada masa balita membutuhkan
nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Apabila gizi pada
balita tidak dapat terpenuhi maka akan terjadinya ketidakseimbangan gizi pada
balita, seperti kurang gizi maupun kelebihan gizi yang akan membuat
pertumbuhannya tidak normal.
Pada remaja memerlukan upaya
peningkatan status gizinya, karena remaja membutuhkan zat gizi untuk tumbuh
kembang yang optimal dan remaja perlu suplementasi gizi guna meningkatkan
status gizi dan kesehatannya.
Pada usia reproduksi membutuhkan
gizi yang cukup untuk meningkatkan perubahan komposisi tubuh dan kebutuhan
energi, perubahan metabolik, perubahan susunan saraf pusat, perubahan ginjal,
perubahan pada kesehatan, ketergantungan pada obat dan perubahan sosial.
B.
Saran
1.
Bagi Keluarga
a. Bisa menambah pengetahuan dan lebih menerapkan lagi tentang
gizi seimbang pada balita, remaja, dan usia reproduksi.
b. Meningkatkan kesadaran untuk pemenuhan gizi seimbang.
2.
Bagi Mahasiswa
a. Supaya mahasiswa dapat menerapkan
ilmu gizi kebidanan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Supaya mahasiswa lebih meningkatkan
lagi pengetahuan dan keterampilan mengenai gizi yang akan diterapkan di
masyarakat ketika menjadi bidan.
DAFTAR
PUSTAKA
Aditya, 2012, Kandungan
Dan Manfaat Kacang Tanah, permathic.blogspot.com, diakses pada tanggal
29042013 pukul 11.30
Ardian, 2013, Tips
Memasak Sayur Yang Baik, http://ardian widayat.blogspotcom, diakses pada
tanggal 29042013 pukul 11.10
Berna, 2011, Pengolahan
Menu Sesuai Kebutuhan, http://bernaakbidupbptk.blogspot.com,
diakses tanggal 23042013 pukul 14.00
Desi, 2013, Kebutuhan
Seimbang Usia Reproduktif, Stikim Jakarta
Dewa, 2002, Penilaian
Status Gizi, Jakarta: EGC
Erna P.H., 2005, Gizi
dalam Kesehatan Reproduksi, Jakarta: EGC
Haryani S, 2011, Gizi
Untuk Kesehatan Ibu dan Anak, Yogyakarta: Graha Ilmu
Haryono, 2011, Berganti-Ganti
Susu Formula Bagi Bayi Amankah, www.ibubalita.net,
diakses pada tanggal 29042013 pukul 11.15
Haryono, 2011, Nutrisi
Penting Bagi Balita, www.ibubalita.net,
diakses pada tanggal 29042013 pukul 11.12
Nizami, 2008, MSG Dan Zat Berbahaya Dalam Jajanan Anak, syiarislam.wordpres.com, diakses
pada tanggal 29042013 pukul 11.20
Saptawati, 2006, Gizi
Sehat Untuk Perempuan, Jakarta: FKUI
LAMPIRAN
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
Materi
Penyuluhan :
Gizi Seimbang pada Balita
Penyuluh : Kelompok IVD
Audiens : Keluarga
Ny.S
Hari/Tanggal : Kamis/25 April 2013
Waktu : 60 menit
Lokasi : RT 07 Prancak Glondong
A.
Tujuan
Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan
diharapkan keluarga mengetahui tentang nutrisi dan pengolaan menu makanan yang
baik untuk balita.
B.
Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan
diharapkan keluarga dapat:
1.
Menyebutkan syarat penyusunan menu sehat
2.
Menjelaskan manfaat nutrisi untuk balita
C.
Materi
Terlampir
D.
Pendekatan
1.
Berkunjung kerumah ibu untuk menanyakan
kesediaaanya untuk dilakukan penyuluhan dan pengkajian tentang gizi seimbang
bagi balita.
2.
Berkunjung untuk melakukan kesepakatan
kapan dilakukannya pengkajian tentang gizi seimbang bagi balita.
E.
Metode
Metode yang digunakan
1.
Ceramah
2.
Diskusi
F.
Media
1.
Leaflet
2.
Contoh menu makanan
G.
Materi
Penyuluhan
H.
Evaluasi
1. Evaluasi
Struktural
a. Kesiapan
mahasiswa memberikan materi penyuluhan.
b. Media
dan alat memadai.
c. Setting
sesuai dengan kegiatan
2. Evaluasi
Proses
a. Kegiatan
penyuluhan dilakukan sesuai jadwal yang direncanakan
b. Peserta
penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi dalam proses penyuluhan
c. Seluruh
mahasiswa berperan aktif selama proses penyuluhan
3. Evaluasi
Hasil
Tanya jawab
Ø Pertanyaan
a. Apa
saja syarat-syarat menyusun menu yang baik ?
b. Apa
saja manfaat gizi pada balita ?
Ø Jawaban
a. Syarat-syarat
menyusun menu yang baik yaitu :
1) Pola
menu seimbang
2) Aspek
warna dan kombinasi
3) Tekstur
dan konsistensi
4) Rasa
dan aroma
5) Ukuran
dan bentuk potongan
6) Suhu
7) Popularitas
8) Penyajian
menarik
9) Tenaga
dan waktu
b. Manfaat
gizi pada balita.
1)
Sumber
energi atau tenaga
2)
Pertumbuhan
dan perkembangan
3)
Memelihara
jaringan tubuh
4)
Mengatur
metabolisme
5)
Sebagai
pertahanan tubuh
I.
Daftar
Pustaka
Erna, et al, 2005, Gizi
Dalam Kesehatan Reproduksi, Jakarta : EGC
Hariyani, 2011, Gizi
Untuk Kesehatan Ibu dan Anak, Yogyakarta : Graha ilmu
Sintia, 2011, Pengaruh
Status Gizi Seimbang Bagi Balita, http://sintiamega.blogspot.com,
di akses pada tanggal 22042013 pukul 12.30 WIB
Soekirman, 2000, Ilmu
Gizi Dan Aplikasinya Untuk Keluarga Dan Masyarakat, Jakarta :
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional
Suhardjo, 1992, Pemberian Makanan Pada Bayi Dan Anak,
Jakarta : Kanisius
MATERI
GIZI BALITA
A. Pengertian
Status Gizi pada Balita
Status
gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan
zat-zat gizi. Keadaan tersebut dapat dibedakan dengan status gizi kurang, baik,
dan lebih (Almatsier, 2001). Anak
sehat adalah anak yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan teratur,
jiwanya berkembang sesuai dengan tingkat umurnya, aktif, gembira, makan teratur
dan bersih serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kesehatan anak
harus didukung dengan pemberian gizi yang sesuai dan seimbang (Suhardjo, 1992).
B. Manfaat
Gizi Untuk Balita
1.
Sumber
energi atau tenaga
2.
Pertumbuhan
dan perkembangan
3.
Memelihara
jaringan tubuh
4.
Mengatur
metabolisme
5.
Sebagai
pertahanan tubuh
C. Faktor
Yang Mempengaruhi Gizi Pada Balita
1.
Pendidikan
orang tua
Orang tua yang berpendidikan tinggi akan lebih memahami
makanan yang baik untuk balita.
2.
Serat
makanan
Serat baik untuk kesehatan pencernaan. Anak-anak yang
diberi makanan yang berserat akan baik untuk untuk kesehatan dan
pertumbuhannya.
3.
Sumber makanan
Tersedianya makanan sangat mempengaruhi status gizi
seseorang. Semakin sulit atau jauh mendapat makanan yang mengandung gizi akan
semakin sulit juga bagi seseorang untuk mendapatkan makanan yang mengandung
cukup gizi atau gizi yang baik.
D. Syarat-Syarat
Penyusunan Menu
Menu sehat adalah menu yang seimbang yaitu yang mengandung
semua golongan bahan makanan yang dibutuhkan dengan memperhatikan keseimbangan
unsur-unsur gizi yang terkandung didalamnya. Berikut syarat menu yang baik :
1. Pola
menu seimbang
Pola menu simbang diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan gizi. Susunan makanan yang dihidangkan dapat memenuhi
kebutuhan gizi sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan juga aktivitas yang
dilakukan.
2. Aspek
warna dan kombinasi
Warna dan kombinasi makanan harus
menarik sehingga dapat membangkitkan selera makan namun penggunaan pewarna dan
bahabn tambahan makanan juga harus memperhatikan keamanannya dan diutamakan
menggunakan pewarna alami.
3. Tekstur
dan konsistensi
Tekstur dan konsistensi makanan
yang dihidangkan disesuaikan dengan kemampuan fisiologis dan juga umur. Bentuk
makanan bayi, lansia, dan orang yang mengalami gangguan kesehatan khususnya
pencernaan akan berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Hidangan balita
sampai kelompok dewasa yang tidak memiliki masalah dalam kesehatan harus serasi
antara yang basah/mengandung air dengan yang kering.
4. Rasa
dan aroma
Aroma dan masakan yang kuat
dikombinasikan dengan makanan yang tidak tajam baunya. Bahan makanan seperti
kol harus dikombinasikan dengan bahan makanan segar.
5. Ukuran
dan bentuk potongan
Adanya kreasi dalam bentuk potongan
dapat membangkitkan selera makan.
6. Suhu
Pertimbangkan makanan yang harus di
hidangkan panas atau dingin dengan menyesuaikan lingkungan, udara atau iklim.
Misalnya sop atau soto lebih enak dinikmati dalam cuaca yang dingin, sedangkan
es krim dan soup buah lebih enak jika disajikan dalam cuaca panas.
7. Popularitas
Hidangan untuk anggota keluarga
akan lebih membangkitkan selera makan ketika sesekali disajikan pula hidangan
tertentu yang sedang populer dimasyarakat, seperti salad buah, puding buah atau
jenis lain yang memang disukai anggota keluarga.
8. Penyajian
menarik
Bila perlu makanan disajikan dengan
hiasan, selain itu disajikan dengan keadaan bersih, terhindar dari pencemaran
yang dapat membahayakan kesehatan.
9. Tenaga
dan waktu
Jenis hidangan yang akan disajikan
disesuaikan dengan peralatan, kemampuan, tenaga dan waktu yang dimiliki oleh
ibu/ keluarga.
E.
Cara
Menyusun Menu
Cara menyusun
hidangan dapat dilakukan dengan mengikuti porsi standar bagi semua kelompok makanan
yaitu makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah. Porsi standar
makanan pokok adalah 100gr beras, porsi standar lauk adalah 50gr daging
(mentah) atau 50gr ikan (mentah), sedangkan nabati menggunakan porsi standar
tempe 50gr atau 100gr tahu atau 50gr oncom. Porsi standar untuk sayuran adalah
1 mangkok sayur dengan isi sayuran hijau daun ataun sayuran yang lainnya
(Sediaoetama, 2004).
F.
Contoh Menu Makanan
1.
Makan
pagi : Nasi tim, telur dadar, susu, pisang
2.
Makan
siang : Nasi putih, sayur sup, perkedel
tahu, ikan lele, papaya
3.
Makan
malam : Nasi putih, santen gurih , tempe
goreng, susu, pisang
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
GIZI
PADA USIA REMAJA
Materi
Penyuluhan :
Gizi pada Usia Remaja
Penyuluh : Kelompok IVD
Audiens : Keluarga Ny.S
Hari/Tanggal :
Kamis/25 April 2013
Waktu : 60 menit
Lokasi : RT 07
Prancak Glondong
A.
Tujuan
Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan
diharapkan keluarga mengetahui tentang nutrisi dan pengolaan menu makanan yang
baik untuk remaja.
B.
Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan
diharapkan keluarga dapat:
1. Mampu
menjaga kesehatan dengan gizi remaja seimbang.
2. Mampu
memperhatikan kebutuhan gizi bagi remaja.
3. Mampu
mengerti cara menyusun menu yang baik.
C.
Materi
Terlampir
D.
Pendekatan
1.
Berkunjung kerumah ibu untuk menanyakan
kesediaaanya untuk dilakukan penyuluhan dan pengkajian tentang gizi seimbang
remaja.
2.
Berkunjung untuk melakukan kesepakatan
kapan dilakukannya pengkajian tenetng gizi pada remaja.
E.
Metode
Metode yang digunakan :
1.
Ceramah
2.
Diskusi
F.
Media
1.
Leaflet
2.
Menu makanan
G.
Materi
Penyuluhan
H.
Evaluasi
1. Evaluasi
Struktural
a. Kesiapan
mahasiswa memberikan materi penyuluhan.
b. Media
dan alat memadai.
c. Setting
sesuai dengan kegiatan
2. Evaluasi
Proses
a. Kegiatan
penyuluhan dilakukan sesuai jadwal yang direncanakan
b. Peserta
penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi dalam proses penyuluhan
c. Seluruh
mahasiswa berperan aktif selama proses penyuluhan
3. Evaluasi
Hasil
Tanya jawab
Ø Pertanyaan
:
a. Bagaimana
cara menyusun menu yang baik?
b. Sebutkan
3 pesan dasar Gizi Seimbang yang anda ketahui?
Ø Jawaban
:
a. Cara
menyusun menu yang baik yaitu terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk
nabati, sayur dan buah.
b. Pesan
dasar Gizi Seimbang :
1) Makanlah
aneka ragam ragam makanan yang terdiri dari zat tenaga,zat pembangun,dan zat
pengatur.
2) Lakukan
kegiatan fisik dan olah raga secara teratur.
3) Biasakan
makan pagi.
I.
Daftar
Pustaka
Erna, 2005, Gizi Dalam
Kesehatan Reproduksi, Jakarta : EGC
Hariyani, 2011, Gizi
Untuk Kesehatan Ibu dan Anak, Yogyakarta : Graha ilmu
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Selingan Siang (10.00)
|
|
Gethok lindri, teh manis
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)

